Setelah Menyusuri Sudut Dunia, Izinkan Saya Bekerja untuk Negeri Indah Tempat Lahir Saya

Beberapa hari ini, saya hanya bisa memendam cemburu pada teman-teman saya yang sedang merayakan wisuda di University of Liverpool. Memori saya langsung flashback pada awal tahun lalu ketika saya mendapat surel yang menyatakan saya diterima di universitas yang terletak di Liverpool, Inggris tersebut. Jadi ceritanya, ketika itu saya lagi keranjingan main game top eleven. Sebuah aplikasi game tentang menjadi manager sepakbola dengan Jose Mourinho sebagai ambasadornya. Saya cukup intens dan bisa dibilang menangan dalam permainan tersebut. Di situ saya merasa, bisa juga nih aku jadi manager bola. Kemudian saya mulai iseng menelusur di internet, siapa tahu ada pelatihan management sepak bola. Dan ternyata, di beberapa universitas luar negeri mempromosikan management olahraga sebagai salah satu jurusannya. Wow!

Iseng-iseng, saya mencoba mendaftar di dua universitas yang memiliki program master sports business: University of Liverpool dan University of Coventry. Keduanya memberikan lampu hijau untuk saya menimba ilmu. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya memutuskan untuk mengambil yang University of Liverpool. Eh, bukan sih, sebenarnya hanya satu pertimbangan yaitu jarak kota Liverpool dan Manchester yang tidak terlalu jauh. Jadi kan saya bisa main-main ke kota sebelah buat nonton MU. Tentu saja orang tua saya mendukung penuh rencana saya menuntut ilmu tersebut meskipun saya disuruh jual mobil sebagai mahar kuliah.

Foto di depan ‘kantor’

September 2017, untuk ke dua kalinya saya menginjakkan kaki di The Black Country. Namun kali itu saya datang dengan segenggam mimpi dan cerita baru akan saya rajut. Dengan visa pelajar yang saya miliki, saya mempunyai kesempatan bekerja dua puluh jam per minggu. Melihat jadwal kuliah yang tidak terlalu padat, saya kira saya harus mengambil kesempatan bekerja tersebut meskipun hanya pekerjaan sambilan. Lumayan untuk bayaran per jam bisa digunakan untuk jalan-jalan atau nonton MU karena ‘sangu’ dari Pupuk Bawang, café tempat usaha saya di Batu yang dikirim tiap bulan hanya cukup untuk jajan dan ngontrak. Pekerjaan yang saya jajaki tidak jauh-jauh dari jurusan yang sedang saya pelajari. Dengan menggali informasi di internet, saya mengetahui bahwa klub-klub sepakbola di Inggris banyak membuka lowongan part time untuk dipekerjakan pada saat pertandingan. Saya melamar sebagai petugas keamanan alias steward di Liverpool FC. Setelah proses seleksi, wawancara, dan pelatihan, saya pun resmi ngantor part time di Anfield Stadium.

Satu setengah tahun ternyata waktu yang cukup singkat namun sarat akan manfaat. Saya masih ingat bagaimana saya harus memaksa diri belajar masak supaya lidah dan perut jawa ini terisi nasi dan sambal (plus biar ngirit). Saya pun tentu akan merindukan puasa yang hampir dua puluh jam lamanya saat Ramadhan jatuh pada musim panas. Bulan Desember 2018, seharusnya saya wisuda bersama teman-teman seangkatan saya yang lainnya. Namun, penugasan saya sebagai calon legislatif RI dari Partai PDI Perjuangan di daerah pilihan Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso membuat saya harus menunda upacara wisuda (atau hanya menerima sertifikat, belum saya putuskan).

Belum sempat foto wisuda, foto waktu mengumpulkan tugas akhir aja ya

Sebagai calon legislatif, saya mengemban tugas untuk banyak bersosialisasi dan silahturahmi dengan masyarakat. Memang masa kampanye pada pemilu yang akan datang ini lebih panjang dari sebelumnya. Untuk saya yang petugas baru sekaligus ditugaskan di daerah baru yang bukan asal saya, tentu saya harus banyak belajar dan beradaptasi. Bagi saya, ditugaskan di daerah pilihan mana tidak menjadi soal karena tujuan awal saya melangkah mengemban tugas ini adalah untuk mengabdi kepada masyarakat. Cukup sudah saya melangkahkan kaki menyusuri sudut dunia. Saat ini, saya ingin pulang, saya ingin mengamalkan ilmu dan mengabdikan diri di Tanah Air. Izinkanlah saya bekerja untuk negeri tempat saya lahir.

 

2 thoughts on “Setelah Menyusuri Sudut Dunia, Izinkan Saya Bekerja untuk Negeri Indah Tempat Lahir Saya

  1. Saya bangga dengan kiprah Aremanita satu ini, walau sdh mengenyam dunia barat tapi msh ingat negeri kelahirannya, hidup Arema !

  2. fotonya bikin jeles: ber-scarf arema, berjaket indonesia, di depan anfield. satu paket komplet pakai telor. istimewa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s